.: Web Site Korps Lalu Lintas Bidang Registrasi dan Identifikasi:.   Senin, 20 November 2017 WIB    
  BERITA UTAMA   ♦ Aplikasi Upload APM v.1.0.5 ♦ PELAKSANAAN OPERASI SIMPATIK TAHUN 2015 ♦ VERIFIKASI (PANEL I) EVALUASI PELAKSANAAN RBP GEL II THN 2011 - 2014 ♦ Jokowi: Transportasi Massal di Kota Besar di Indonesia Harus Dimulai ♦ Cek Kepadatan Lalu Lintas Jakarta Pagi Ini ♦ Truk Terguling di Flyover Simprug, 8 Orang Jadi Korban  
Hari Ini : 124
Kemarin : 319
Bulan ini : 9634
Tahun ini : 158857
Total : 20860360
Hits Count : 649
Now Online : 12 User
Website Mabes Polri

Website Korlantas Polri

NTMC Korlantas Polri

 
 ID : 4
 Hari : Kamis
 Tanggal : 30 Januari 2015
 Judul : TNKB
 

SEJARAH Penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor di Indonesia, terutama di Jawa, merupakan warisan sejak zaman Hindia Belanda, yang menggunakan kode wilayah berdasarkan pembagian wilayah karesidenan. SPESIFIKASI TEKNIS Tanda Nomor Kendaraan Bermotor berbentuk plat aluminium dengan cetakan tulisan dua baris. Baris pertama menunjukkan: kode wilayah (huruf), nomor polisi (angka), dan kode/seri akhir wilayah (huruf) Baris kedua menunjukkan bulan dan tahun masa berlaku, masing-masing dua digit (misalnya 01•20 berarti berlaku hingga Januari 2020) Bahan baku TNKB adalah aluminium dengan ketebalan 1 mm. Ukuran TNKB untuk kendaraan bermotor roda 2 dan roda 3 adalah 250×105 mm, sedangkan untuk kendaraan bermotor roda 4 atau lebih adalah 395×135 mm. Terdapat cetakan garis lurus pembatas lebar 5 mm di antara ruang nomor polisi dengan ruang angka masa berlaku (yang lama), sedangkan yang baru terdapat garis putih di sekitar TNKB dan tidak ada batas pemisah antara nomor polisi dan masa berlaku (dari tahun 2011). Pada sudut kanan atas dan sudut kiri bawah terdapat tanda khusus (security mark) cetakan lambang Polisi Lalu Lintas; sedangkan pada sisi sebelah kanan dan sisi sebelah kiri ada tanda khusus cetakan "KORLANTAS POLRI" (Korps Lalu Lintas Kepolisian RI) yang merupakan hak paten pembuatan TNKB oleh Polri dan TNI. Pada pertengahan 2014 terjadi perubahan tampilan. Plat nomor kini sedikit diperpanjang dari ukuran semula (untuk roda empat). Selain itu, terdapat perubahan posisi lambang Polantas dan tulisan "Korlantas Polri", yakni, lambang Polantas kini berada di sudut kiri atas dan kanan bawah, sedangkan tulisan "Korlantas Polri" berada pada sudut kiri bawah dan kanan atas. SPESIFIKASI TEKNIS BARU Korps Lantas Mabes Polri terhitung mulai April 2011 mengganti desain plat nomor kendaraan. Ukurannya lebih panjang 5 centimeter daripada plat nomor sebelumnya. Perubahan ukuran plat dilakukan karena ada penambahan menjadi tiga huruf di belakang nomor (Contoh B 1099 GFW), sementara sebelumnya hanya dua huruf (Contoh B 1724 HK). Perubahan ini membuat angka dan huruf pada plat nomor berdesakan, sehingga sulit dibaca. Dengan diperpanjangnya plat tersebut, jarak antara nomor dan huruf pada plat lebih luas sehingga mudah terbaca. Selain itu, perbedaan lainnya terdapat pada tampilan. Plat TNKB baru memiliki lis putih di sekeliling plat. Antara nomor TNKB dengan masa berlaku TNKB, tidak diberi pembatas lis putih. Namun seperti plat nomor lama, di plat ada 2 baris yakni baris pertama yang menunjukkan kode wilayah kendaraan, nomor polisi dan kode seri akhir wilayah. Baris kedua menunjukkan masa berlaku plat nomor. [1] Ukuran TNKB untuk kendaraan roda 2 dan 3 sekarang menjadi 275 mm dengan lebar 110 mm, sedangkan untuk kendaraan roda 4 atau lebih adalah panjang 430 mm dengan lebar 135 mm. Sementara ini, plat resmi yang lama masih berlaku (apalagi terkadang sejumlah Samsat di berbagai daerah sering memanfaatkan plat jenis lama untuk kendaraan yang plat nomornya diperpanjang setelah tahun 2011).[2] Selain itu, pada spesifikasi teknis baru ini plat nomor menggunakan rupa huruf (font) yang sama. WARNA TNKB Warna TNKB (tanda nomor kendaraan bermotor) ditetapkan sebagai berikut: Kendaraan bermotor perseorangan dan sewa: warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih. Kendaraan bermotor umum: warna dasar kuning dengan tulisan berwarna hitam. Kendaraan bermotor milik pemerintah: warna dasar merah dengan tulisan berwarna putih. Kendaraan bermotor korps diplomatik negara asing: warna dasar putih/merah dengan tulisan berwarna hitam. Kendaraan bermotor staf operasional korps diplomatik negara asing: warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih serta terdiri dari lima angka dan kode angka negara yang dicetak lebih kecil dengan format sub-bagian. Kendaraan bermotor di kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone) yang mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk (berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan, kendaraan bermotor ini tidak boleh dioperasionalkan/dimutasikan ke wilayah Indonesia lainnya): warna dasar hijau dengan tulisan hitam. Kendaraan tidak bermotor di Surabaya: warna dasar biru dengan tulisan putih.


 
Kembali ke Daftar Artikel
User :
Password :
   
NOMOR : 1
POLDA : JAWA TIMUR
TOTAL : 19.254.554
PERSENTASE : 17,39

NOMOR : 2
POLDA : METRO JAYA
TOTAL : 17.270.808
PERSENTASE : 15,60

NOMOR : 3
POLDA : JAWA TENGAH
TOTAL : 15.166.466
PERSENTASE : 13,70

NOMOR : 4
POLDA : JAWA BARAT
TOTAL : 13.575.777
PERSENTASE : 12,26

NOMOR : 5
POLDA : SUMATERA UTARA
TOTAL : 5.813.342
PERSENTASE : 5,25

NOMOR : 6
POLDA : BALI
TOTAL : 3.720.755
PERSENTASE : 3,36

NOMOR : 7
POLDA : LAMPUNG
TOTAL : 3.284.668
PERSENTASE : 2,97

NOMOR : 8
POLDA : RIAU
TOTAL : 3.256.443
PERSENTASE : 2,94

NOMOR : 9
POLDA : SUMATERA SELATAN
TOTAL : 3.071.021
PERSENTASE : 2,77

NOMOR : 10
POLDA : KALIMANTAN TIMUR
TOTAL : 2.764.911
PERSENTASE : 2,50

NOMOR : 11
POLDA : DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
TOTAL : 2.526.882
PERSENTASE : 2,28

NOMOR : 12
POLDA : SULAWESI SELATAN
TOTAL : 2.243.162
PERSENTASE : 2,03

NOMOR : 13
POLDA : SUMATERA BARAT
TOTAL : 2.014.105
PERSENTASE : 1,82

NOMOR : 14
POLDA : JAMBI
TOTAL : 1.990.549
PERSENTASE : 1,80

NOMOR : 15
POLDA : BANTEN
TOTAL : 1.829.424
PERSENTASE : 1,65

NOMOR : 16
POLDA : NANGROE ACEH DARUSSALAM
TOTAL : 1.593.492
PERSENTASE : 1,44

NOMOR : 17
POLDA : NUSA TENGGARA BARAT
TOTAL : 1.519.360
PERSENTASE : 1,37

NOMOR : 18
POLDA : KALIMANTAN BARAT
TOTAL : 1.450.750
PERSENTASE : 1,31

NOMOR : 19
POLDA : KALIMANTAN SELATAN
TOTAL : 1.162.258
PERSENTASE : 1,05

NOMOR : 20
POLDA : KALIMANTAN TENGAH
TOTAL : 929.609
PERSENTASE : 0,84

NOMOR : 21
POLDA : BENGKULU
TOTAL : 907.353
PERSENTASE : 0,82

NOMOR : 22
POLDA : KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
TOTAL : 890.038
PERSENTASE : 0,80

NOMOR : 23
POLDA : KEPULAUAN RIAU
TOTAL : 818.571
PERSENTASE : 0,74

NOMOR : 24
POLDA : SULAWESI TENGAH
TOTAL : 659.246
PERSENTASE : 0,60

NOMOR : 25
POLDA : NUSA TENGGARA TIMUR
TOTAL : 626.173
PERSENTASE : 0,57

NOMOR : 26
POLDA : SULAWESI UTARA
TOTAL : 603.425
PERSENTASE : 0,55

NOMOR : 27
POLDA : SULAWESI TENGGARA
TOTAL : 588.762
PERSENTASE : 0,53

NOMOR : 28
POLDA : PAPUA
TOTAL : 423.621
PERSENTASE : 0,38

NOMOR : 29
POLDA : GORONTALO
TOTAL : 284.796
PERSENTASE : 0,26

NOMOR : 30
POLDA : PAPUA BARAT
TOTAL : 222.504
PERSENTASE : 0,20

NOMOR : 31
POLDA : MALUKU
TOTAL : 145.967
PERSENTASE : 0,13

NOMOR : 32
POLDA : MALUKU UTARA
TOTAL : 115.902
PERSENTASE : 0,10

NOMOR : 33
POLDA : SULAWESI BARAT
TOTAL : 0
PERSENTASE : 0,00

Loading...